|
Mengkritisi mahalnya biaya pelantikan DPR RI: Diam-diam Aleg PKS Menolak Penginapan Mewah |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Rabu, 30 September 2009 22:41 |
|
Diam-diam puluhan anggota DPR PKS melakukan “penolakan” terhadap mahalnya biaya pelantikan anggota DPR yang mencapai total lebih dari 45 Milyar. Cara penolakan yang dilakukan antara lain dengan tidak menginap di hotel mewah yang disediakan panitia. “Gak usah dibikin ramailah, kami melakukan ini sebagai bentuk perlawanan nurani yang bisa kami lakukan…” elak seorang aleg PKS asal Dapil Sumsel yang enggan di sebut namanya. Puluhan aleg asal PKS memutuskan untuk menginap di rumah masing-masing dan di kantor DPR/MPR sebagai bentuk solidaritas mereka pada rakyat.
Tetap Menghargai Aleg lainnya. Lebih jauh, aleg asal PKS tersebut menyatakan tetap menghormati para anggota DPR lain yang tetap menggunakan fasilitas yang sudah disediakan panitia. “Saya yakin, hampir semua anggota DPR baru merasa kuranga nyaman dengan kemewahan seremoni yang mereka terima. Kami tak akan menyalahkan mereka”, lanjut anggota DPR tersebut. “Yang kita inginkan dengan gerakan ini adalah, agar di periode mendatang hal seperti ini tidak berulang.” tegasnya. Menurut aleg muda ini, banyak item biaya dalam proses pelantikan ini yang bisa dihemat jika saja pihak-pihak yang terkait punya keinginan untuk itu. “Sebaiknya lembaga-lembaga yang diamanahi mengelola proses pelantikan DPR ini memang punya kepekaan yang lebih tinggi terhadap kondisi rakyat di penyusunan anggaran berikutnya” pungkasnya.
Dalam pelantikan periode sebelumnya, tercatat beberapa anggota DPR PKS juga menolak menggunakan hotel mewah yang disediakan saat itu. Salah satunya adalah Ketua MPR asal PKS, DR. Hidayat Nur Wahid. Berkait pelantikan periode ini, HNW juga menyatakan keberatan terhadap beberapa item yang dianggap terlalu tinggi biayanya, misalnya penyediaan hotel, pengadaan PIN dan juga tas yang sebetulnya tak perlu.
Ahmad Mabruri Humas DPP PKSDPP PKS
Sumber: http://agungyulianto.net/?p=125 |